Oleh: Hj. Mujibah, S.Ag – Pengurus MUI Kota Palangka Raya
ISLAM adalah agama yang menyebarluaskan dan mewujudkan risalah rahmatan lil ‘alamin, dimana salah satu misinya adalah memuliakan dan mengembangkan potensi perempuan. Misi ini tercermin dari misi Rasulullah yang memuliakan dan mengembangkan potensi perempuan selaku insan mulia yang diciptakan Allah untuk senantiasa beribadah hanya kepada Nya.
Perempuan menempati posisi yang mulia dalam Islam. Secara normatif, nilai-nilai Islam memandang laki-laki dan perempuan sama tanpa ada diskriminasi, yang memiliki tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah dalam mengembangkan pengetahuan dan memakmurkan semesta serta pelanjut risalah dakwah (QS Al Hujurat : 13) , (QS Al Imran 190-195)
Setiap makhluk diciptakan Allah secara berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Sebagai salah satu tanda kebesaran Allah menciptakan manusia untuk menjalani hidup saling melengkapi melalui sebuah pernikahan yang sakral. Sebagaimana dijelaskan dalam QS Ar Rum ayat 21
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah menjadi sebuah impian yang harus diupayakan mencapaiannya. Dimana antara suami istri harus memiliki kerjasama yang baik dalam pemenuhan hak dan kewajibannya. Laki-laki banyak berperan untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah melalui pemenuhan kebutuhan hidup keluarga dengan jalan yang halalan thayyibah, memberikan rasa nyaman, aman dan damai, terpenuhinya pendidikan jasmani dan rohani dalam pembentukan karakter keluarga, sementara istri juga tidak kalah penting ikut andil dalam pembentukan keluarga yang diidamkan
Istri bukan hanya sebagai ibu rumah tangga atau pendamping suami tetapi lebih dari itu, istri memiliki kemampuan lebih dimana merupakan sosok sentral dalam mendidik anak, figur yang penuh dengan kasih sayang, kelembutan, dan pengorbanan. Ia adalah sosok yang senantiasa berada di samping anak-anaknya, memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah kehidupan mereka. Di tengah dunia yang penuh dengan tuntutan dan tekanan, ibu menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk mencari kedamaian dan keberanian.
Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat. Sebagai tiang negara, ibu memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan moral anak-anaknya, yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Maka ada istilah “Al Ummu madrasatul ula” ibu sebagai madrasah pertama, ibu pertama kali mengenalkan dunia kepada anak adalah tempat di mana anak-anak pertama kali belajar tentang nilai-nilai kehidupan, agama, dan budaya.
Madrasah bukan hanya dalam pemahaman sekolah formal saja dengan aturan dan kurikulum yang ketat. Madrasah adalah wadah sekaligus lembaga pembelajaran yang melibatkan segala aspek kehidupan sehari-hari. Ibu memainkan peran penting dalam menyampaikan ajaran agama, etika, serta nasihat bijak kepada anak-anaknya.
Dengan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, seorang ibu mengajarkan nilai-nilai Islami secara langsung melalui tindakan dan perilaku sehari-hari. Ia menjadi contoh teladan dan telinga yang siap mendengar keluh kesah anak-anaknya. Ibu adalah sosok yang mampu memahami kebutuhan dan potensi anak-anaknya dengan baik, sehingga dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik anak-anak tidak akan lekang oleh waktu. Melalui kasih sayang dan kebijaksanaannya, seorang ibu mampu membentuk karakter anak-anak sehingga menjadi individu yang bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Peran ibu tidak berhenti sampai anak dewasa saja, namun sepanjang hayat yang senantiasa memberikan arahan, pendampingan dan dukungan mengantarkan anak menuju masa depan yang penuh keberkahan meraih ridho Allah.
Begitu juga seorang ayah sebagai madrasah kedua memiliki andil yang sama untuk menciptakan generasi yang sholeh-sholehah, sehat, kuat, cerdas dan mandiri.
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا ٩
“Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya)”. (QS A Nisa :9)
Dan sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga keluarga dari api neraka
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS At Tahrim : 6)
Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam keluarga, dan perannya sebagai ketahanan keluarga tidak dapat digantikan. Ibu memiliki kemampuan unik untuk menjaga keharmonisan dan kestabilan keluarga, serta membantu mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh keluarga. Sehingga ibu sebagai perempuan tangguh juga mampu sebagai penggerak ekonomi, penjaga kualitas generasi muda dan pemimpin perubahan sosial.
Peran Ibu sebagai Ketahanan Keluarga
Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan keluarga, karena ibu sebagai :
Pengelola Rumah Tangga: Ibu memiliki peran sebagai pengelola rumah tangga, yang bertanggung jawab untuk mengatur keuangan, memasak, membersihkan rumah, dan menjaga kesehatan keluarga.
Pendidik Anak: Ibu memiliki peran sebagai pendidik anak, yang bertanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan, agama, etika dan budaya kepada anak-anaknya.
Mediator Konflik: Ibu memiliki peran sebagai mediator konflik, yang dapat membantu menyelesaikan konflik antara anggota keluarga dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Pemberi Dukungan Emosional: Ibu memiliki peran sebagai pemberi dukungan emosional, motivator yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kestabilan emosi anggota keluarga.
Kelebihan Ibu sebagai Ketahanan Keluarga
Kemampuan Multitasking: Ibu memiliki kemampuan untuk melakukan banyak tugas sekaligus, sehingga dapat mengatur keluarga dengan efektif, seperti memasak sambil mencuci, sambil menyapu dalam waktu bersamaan.
Kesabaran dan Ketulusan: Ibu memiliki kesabaran dan ketulusan yang tinggi, sehingga dapat menghadapi tantangan dan kesulitan dengan tenang dan bijak.
Kemampuan Berkomunikasi: Ibu memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bahasa yang enak, sehingga dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga.
Kemampuan Mengatur Waktu: Ibu memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik, sehingga dapat mengatur keluarga dengan efektif dan efisien.
Kemampuan untuk mengelola alam sekitar sebagai bagian dari ekoteologi menjaga bumi dengan memanfaatkan pekarangan menjadi lahan yang produktif seperti menanam sayur, cabe, tomat dan bumbu dapur lainnya, yang juga mengandung unsur ekonomis bagi keluarga.
Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan peran ibu sebagai ketahanan keluarga dengan strategi :
Dukungan Suami dan Keluarga: Suami dan keluarga perlu memberikan dukungan kepada ibu dalam menjalankan perannya sebagai ketahanan keluarga.
Pendidikan dan Pelatihan: Ibu perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang cukup untuk meningkatkan kemampuan dan kesadarannya.
Jaringan Sosial: Ibu perlu memiliki jaringan sosial yang baik, sehingga dapat mendapatkan dukungan dan informasi yang dibutuhkan baik melalui komunitas, organisasi maupun sosial media lainnya.
Pengistirahatan: Ibu perlu mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sehingga dapat menjaga kesehatannya dan menjalankan perannya dengan efektif.
Dengan meningkatkan peran ibu sebagai ketahanan keluarga dapat membantu menjaga keharmonisan dan kestabilan keluarga, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Namun sebagai bagian dari masyarakat ibu juga memiliki kemampuan untuk tampil di masyarakat terutama sebagai pemberdayaan perempuan
Peran Ibu dalam Pemberdayaan Perempuan
Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan perempuan. Dengan menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, ibu dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam masyarakat. Ibu juga dapat menjadi motivator bagi perempuan lainnya untuk meningkatkan kemampuan dan kesadarannya.
Beberapa upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan peran ibu di masyarakat melalui :
Pendidikan dan Pelatihan: Ibu perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang cukup untuk meningkatkan kemampuan dan kesadarannya.
Pemberdayaan Ekonomi: Ibu perlu diberi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Dukungan Masyarakat: Masyarakat perlu memberikan dukungan kepada ibu dalam menjalankan perannya sebagai tiang negara dan madrasah pertama.
Kemitraan dengan Pemerintah: Pemerintah perlu bekerja sama dengan ibu dan masyarakat untuk meningkatkan peran ibu dalam pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga.
Kesimpulan
Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral anak-anaknya, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Dengan meningkatkan peran ibu, kita dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan, serta menjaga ketahanan keluarga. Mari bekerja sama untuk meningkatkan peran ibu sebagai tiang negara dan madrasah pertama serta jangan lupa perempuan juga menjadi tiang negara, sehingga kiprahnya dimasyarakat sebagai proses pemberdayaan perempuan sangat memperngaruhi pembangunan kualitas sumber daya manusia. Karena begitu besarnya jasa ibu maka sudah sepatutnyalah kita senantiasa menghormati dan menjaganya hingga usia senja dan menutup mata. (mui)




