Mendidik Anak Digital Menjadi Sholeh di Tengah Gempuran Gadget

oleh: Dr. Jasiah, M. Pd (MUI Kota Palangka Raya)

PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga. Gadget kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas anak-anak, baik untuk kebutuhan belajar maupun hiburan. Dalam banyak keluarga, gadget sering dipergunakan tanpa batasan waktu atau pengawasan yang memadai.

Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan jika tidak dipantau dengan baik dapat berdampak negatif secara fisik dan mental bagi anak. Studi menemukan bahwa paparan layar yang berlebihan berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik dan kualitas tidur yang buruk, yang berpotensi memengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan.

Anak yang menghabiskan waktu lama di depan layar menunjukkan peningkatan risiko gangguan tidur, perhatian, fungsi emosional, dan keterampilan sosial. Paparan layar yang tinggi juga dikaitkan dengan aktivitas fisik yang berkurang, yang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan gangguan kesehatan lainnya. Dampak negatif tersebut tidak hanya terbatas pada aspek fisik.

Penelitian lain menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget yang tinggi berkorelasi dengan tantangan dalam perkembangan emosional dan sosial, termasuk gangguan kontrol emosi dan interaksi sosial. Minimnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor utama dalam munculnya dampak ini karena anak lebih sering menonton konten tanpa arahan yang sesuai.

Laporan kesehatan juga mengaitkan penggunaan layar berlebihan dengan gangguan tidur, seperti lebih lambatnya waktu tidur, durasi tidur yang tidak mencukupi, dan gangguan ritme sirkadian akibat paparan cahaya layar, yang berdampak pada kualitas tidur anak.) Beberapa laporan kesehatan internasional bahkan mencatat bahwa paparan layar yang tinggi pada usia dini dapat berdampak pada keterlambatan perkembangan bahasa dan kemampuan kognitif, karena anak kurang terlibat dalam eksplorasi langsung terhadap lingkungan fisik yang penting bagi pembelajaran awal.

Fenomena ini menjadi perhatian utama di banyak komunitas kesehatan dan pendidikan, karena dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan fisik, perkembangan kognitif, kualitas tidur, serta kesejahteraan mental dan sosial anak secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan keluarga yang tepat agar anak tetap tumbuh sebagai pribadi yang sholeh, sehat, dan berakhlak mulia, tanpa terlepas dari nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan teknologi digital.

Anak Digital dan Tantangan Pendidikan Keluarga

Anak-anak masa kini sangat cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Gadget telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, baik untuk belajar maupun hiburan. Namun, tanpa pendampingan dan pengawasan yang tepat, penggunaan gadget berpotensi memengaruhi perilaku, kedisiplinan, dan kualitas ibadah anak. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting agar teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung pendidikan, bukan sebaliknya.

Anak sebagai Amanah dari Allah SWT

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa mendidik dan menjaga anak merupakan tanggung jawab orang tua yang bersifat duniawi sekaligus ukhrawi. Tanggung jawab tersebut mencakup perlindungan anak dari pengaruh negatif, termasuk pengaruh yang bersumber dari penggunaan gadget yang tidak terarah.

Anak sholeh adalah anak yang menjadi penyejuk hati orang tuanya, yaitu anak yang memiliki aqidah yang benar, menjaga ibadah, berakhlak mulia, serta mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.

Orang Tua sebagai Pendidik Utama

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa orang tua merupakan pendidik utama bagi anak. Peran tersebut tidak dapat digantikan oleh gadget, sekolah, maupun lingkungan digital. Kehadiran, keteladanan, dan perhatian orang tua menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter anak.

Manfaat Gadget bagi Anak

Apabila digunakan secara bijak dan terarah, gadget dapat memberikan manfaat bagi anak, antara lain:

  • Membantu proses belajar dan pencarian informasi
  • Mengembangkan kreativitas dan keterampilan digital
  • Menjadi sarana pembelajaran Al-Qur’an dan materi keislaman
  • Mendukung kesiapan anak menghadapi perkembangan zaman
  • Dengan pendampingan yang tepat, gadget dapat berfungsi sebagai alat bantu pendidikan yang bermanfaat.

Kekurangan dan Dampak Negatif Gadget bagi Anak

  • Menurunnya kedisiplinan ibadah
  • Berkurangnya interaksi dalam keluarga
  • Menurunnya konsentrasi dan kedisiplinan
  • Kebiasaan hiburan instan yang berlebihan
  • Risiko terpapar konten yang tidak sesuai dengan nilai Islam

Langkah Praktis Mendidik Anak Digital agar Tetap Sholeh

Dalam kehidupan sehari-hari, orang tua dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

Pertama, menetapkan aturan penggunaan gadget yang jelas dan konsisten di dalam keluarga, termasuk waktu, durasi, dan jenis konten yang boleh diakses.

Kedua, mendahulukan kewajiban ibadah dan belajar sebelum penggunaan gadget. Anak dibiasakan memahami bahwa hiburan tidak boleh mengalahkan kewajiban.

Ketiga, mendampingi anak saat menggunakan gadget, terutama pada usia dini, agar orang tua mengetahui konten yang dikonsumsi anak.

Keempat, memberikan keteladanan. Orang tua perlu menunjukkan sikap bijak dalam menggunakan gadget agar dapat dicontoh oleh anak.

Kelima, memperkuat komunikasi dan interaksi keluarga. Waktu kebersamaan tanpa gadget sangat penting untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Jadi, Gadget merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak dapat dihindari. Namun, kemajuan teknologi harus diiringi dengan penguatan iman dan akhlak. Pendidikan anak di era digital menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam membimbing, mengarahkan, dan memberi teladan.

Mendidik anak digital menjadi sholeh di tengah gempuran gadget bukanlah perkara mudah, tetapi merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana kebaikan, bukan sumber kerusakan, sehingga anak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.(mui)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top