Ramadhan dan Revolusi Akhlak

Oleh : Mahmud Alqosyim, Waketum MUI Kota Palangka Raya

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah bulan perubahan besar, bahkan bisa kita sebut sebagai bulan revolusi akhlak.

Makna Revolusi Akhlak di Bulan Ramadhan

Revolusi berarti perubahan mendasar, cepat, dan menyeluruh. Maka revolusi akhlak di Ramadhan adalah perubahan sikap dan perilaku kita secara total menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Alloh Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa jelas: takwa, dan takwa itu tercermin dalam akhlak sehari-hari.

Puasa sebagai Sekolah Akhlak. Puasa melatih kita:

* Jujur, karena hanya Allah yang tahu kita benar-benar berpuasa

* Sabar, saat emosi diuji

* Menahan lisan, dari ghibah, dusta, dan kata-kata menyakitkan

* Peduli, karena kita merasakan lapar seperti saudara-saudara kita yang kekurangan.

Rasululloh ﷺ bersabda:

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Artinya, puasa tanpa perbaikan akhlak hanyalah lapar dan haus.

Contoh Revolusi Akhlak yang Diharapkan

Ramadhan seharusnya mengubah:

* Dari emosi menjadi bijak

* Dari egois menjadi peduli

* Dari lalai menjadi taat

* Dari lisan tajam menjadi kata yang menenangkan

* Dari ibadah musiman menjadi konsisten

Jika Ramadhan berlalu tetapi akhlak kita tidak berubah, maka revolusi itu gagal.

Menjaga Revolusi Akhlak Pasca-Ramadhan

Tantangan terbesar bukan berbuat baik di Ramadhan, tetapi tetap baik setelah Ramadhan.

Puasa melatih, Ramadhan mendidik, dan setelahnya kita diuji: apakah akhlak mulia itu bertahan atau kembali seperti semula.

Mari jadikan Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi titik balik perubahan akhlak. Semoga kita keluar dari Ramadhan sebagai pribadi yang lebih jujur, lebih sabar, lebih rendah hati, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Alloh Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Alloh adalah yang paling bertakwa.”

(QS. Al-Hujurat: 13)

Insyaa Alloh puasa dan amal kita diterima Alloh Ta’ala, serta menjadikan Ramadhan ini sebagai momentum revolusi akhlak dalam hidup kita dan berberapa amalan sebagai bentuk.. Melatih mental.. Kita di bulan Ramadhan…

Amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan sebagai berikut:

1.Sahur

Rasululloh ﷺ bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Walau hanya seteguk air, sahur tetap bernilai sunnah dan penuh berkah.

2.Menyegerakan Berbuka

Rasululloh ﷺ bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sunnah berbuka dengan kurma, atau air putih jika tidak ada.

3.Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.

Para salaf memperbanyak tilawah, bahkan ada yang mengkhatamkan berkali-kali.

4.Sholat Tarawih

Tarawih adalah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan.

Rasululloh ﷺ bersabda:

“Barang siapa salat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

5.Qiyamul Lail dan Witir

Salat malam, terutama di 10 malam terakhir, memiliki keutamaan besar.

Ditutup dengan salat witir sebagai penutup malam.

6.Memperbanyak Doa

Doa orang berpuasa tidak tertolak, terutama:

* saat berpuasa

* saat berbuka

* di sepertiga malam terakhir

7.Bersedekah

Rasululloh ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

Sedekah bisa berupa:

* harta

* makanan berbuka

* tenaga

* senyuman dan bantuan kecil

8.Memberi Makan Orang Berbuka

Rasululloh ﷺ bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi)

Pahala tanpa mengurangi pahala yang berpuasa.

9.I’tikaf (Terutama 10 Hari Terakhir)

I’tikaf adalah sunnah Rasululloh  ﷺ  untuk mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah dan mencari Lailatul Qadr.

10.Memperbanyak Istighfar dan Dzikir

Ramadan adalah bulan ampunan.

Perbanyak:

* istighfar

* sholawat

* tasbih, tahmid, tahlil

Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa bekas.

Walau tidak mampu mengerjakan semua amalan sunnah, istiqamahlah pada yang mampu kita lakukan.

Sedikit tapi konsisten, lebih dicintai Alloh Ta’ala daripada banyak tapi terputus.

Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kita menghidupkan sunnah² di bulan Ramadhan.

Yaa Alloh Yaa Robb…

Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.

Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.

Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.

Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.

Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.

Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Jadikan negri ini menjadi lebih baik. .

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top