Ukhuwah Islamiyah: Peluang dan Tantangan

Oleh: H. M. Syairi Abdullah – Ketua Bidang Dakwah & Pengembangan Masyarakat MUI Palangka Raya

Ukhuwah Islamiyah merupakan salah satu ajaran pokok dalam Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan antar sesama muslim. Ukhuwah tidak sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan akidah yang dibangun atas dasar iman kepada Allah SWT. Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dinamika, ukhuwah Islamiyah memiliki peluang besar untuk memperkuat umat, sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.

Pengertian Ukhuwah Islamiyah

Secara bahasa, ukhuwah berarti persaudaraan. Sedangkan ukhuwah Islamiyah adalah ikatan persaudaraan yang terjalin karena kesamaan iman dan Islam, bukan semata-mata karena nasab, suku, organisasi, atau kepentingan duniawi.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurāt: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa ukhuwah merupakan konsekuensi langsung dari iman.

Landasan Ukhuwah dalam Hadis

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga menekankan kuatnya ikatan ukhuwah antar sesama muslim:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

Artinya:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya, dan tidak merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa ukhuwah harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku nyata.

Peluang Ukhuwah Islamiyah di Era Kontemporer

  1. Kesadaran Kolektif Umat
    Tantangan global dan persoalan umat justru membuka kesadaran akan pentingnya persatuan dan solidaritas.
  2. Kemajuan Teknologi dan Media
    Media sosial dan teknologi digital dapat menjadi sarana dakwah, silaturahmi, dan penguatan ukhuwah lintas wilayah.
  3. Nilai Islam yang Universal
    Ajaran Islam tentang keadilan, kasih sayang, dan tolong-menolong sangat relevan untuk membangun harmoni sosial.

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Mā’idah: 2)

Tantangan Ukhuwah Islamiyah

  1. Fanatisme Golongan dan Kelompok
    Perbedaan mazhab, organisasi, atau pilihan dakwah sering kali berubah menjadi konflik yang melemahkan ukhuwah.
  2. Hoaks dan Provokasi Informasi
    Informasi palsu yang menyudutkan kelompok tertentu dapat merusak kepercayaan dan persaudaraan.
  3. Ego dan Kepentingan Pribadi
    Ukhuwah melemah ketika kepentingan pribadi atau kelompok lebih diutamakan daripada kemaslahatan umat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan:

لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Artinya:
“Janganlah kalian saling membenci, saling dengki, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Upaya Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

  • Menanamkan sikap tasamuh (toleransi) dalam perbedaan.
    • Mengedepankan akhlak dan adab dalam berdakwah dan bermuamalah.
    • Menghidupkan dialog dan tabayyun dalam menyikapi persoalan umat.
    • Menguatkan orientasi pada persamaan akidah, bukan perbedaan cabang.

Penutup

Ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan besar umat Islam yang harus dijaga dan dirawat. Peluang untuk memperkuat ukhuwah terbuka lebar, namun tantangan yang dihadapi juga nyata. Dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, disertai akhlak mulia dan sikap saling menghormati, ukhuwah Islamiyah akan menjadi pilar persatuan umat menuju masyarakat Islam yang berkemajuan.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top